Mengupas Indanya ciptaan tuhan

Sunday, 28 August 2016

Salah satu pantai indah di pesisir selatan kota malang

Pantai Bajulmati
Pantai Bajulmati (dari bahasa JawaBuaya Mati, buaya yang mati) adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang tepat di berada di Desa Gajahrejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, Jawa Timur . Jaraknya sekitar 58 km dari Kota Malang. Jika dari Kota Malang Anda bisa mengambil arah ke Turen lalu berbelok ke selatan menuju Sumbermanjing Wetan dan lurus menuju arah Pantai Sendangbiru. Lalu terdapat pertigaan dengan plakat petunjuk arah ke kanan untuk menuju ke Pantai Bajulmati. Jalannya sudah beraspal tetapi berkelok-kelok karena harus melewati pegunungan. Sekitar tiga kilometer sebelum Pantai Bajulmati jalannya lebih lebar. Bisa juga dengan melalui jalur menuju Pantai Balekambang, sampai terdapat sebuah perempatan, bila lurus akan menuju Balekambang, dan ke kiri akan menuju Bajulmati. Rutenya masih satu jalur dengan Pantai Goa China. Cukup banyak petunjuk arah untuk menuju arah pantai tersebut. Letak kedua pantai ini tidak terlalu jauh. Jarak antara Pantai Bajulmati dan Goa China hanya sekitar 2 kilometer atau sekitar 10 menit perjalanan dengan kendaraan bermotor.

Sebelum memasuki pantai ini terdapat sebuah jembatan sepanjang 90 meter berbentuk setengah lingkaran. Baik ukuran maupun desainnya sangat artistik karena melintang di atas sungai yang lebar, dengan pemandangan bukit-bukit karang dan lautan. Di sini merupakan salah satu tempat favorit pengunjung untuk mengambil foto. Jembatan Bajulmati merupakan salah satu jembatan yang terletak di ruas Jalan Lintas Selatan. Dengan adanya Jalan Lintas Selatan ini berpengaruh terhadap kunjungan ke Bajulmati, karena jika berwisata ke Sendangbiru, pengunjung bisa mampir dahulu ke Bajulmati.

Tidak sampai 10 menit dari jembatan tersebut, Anda akan tiba di Pantai Bajulmati. Untuk memasukinya Anda akan dipungut retribusi sebesar Rp 4.000 per orang. Di Pantai Bajulmati memiliki pasir putih yang masih bersih dengan hamparan bebatuan bebatuan karang yang terlihat begitu menawan. Kelebihan lainnya, Pantai Bajulmati ini mempunyai teluk-teluk yang indah. Pantai ini cukup dalam dan curam sehingga para pengunjung disarankan untuk tidak berenang. Akan tetapi, ada beberapa bagian di bibir pantai di sebelah barat yang dapat Anda gunakan untuk bermain air dengan leluasa, yaitu di sebuah muara sungai. Aliran air di muara tampak tenang dan berwarna kehijauan. Pada hari-hari biasa pantai ini masih agak sepi pengunjung. Terdapat hanya beberapa warung penjual makanan kecil di sekitar pantai. Pantai Bajulmati paling ramai pada saat hari raya Idul Fitri dan hari-hari libur lainnya. Biasanya pada sepekan setelah lebaran terdapat prosesi Larung Ketupat, yang selalu ramai disaksikan pengunjung. Di pantai ini juga sangat tepat untuk berkemah (camping).
Uniknya di tengah-tengah lautan terdapat beberapa pulau karang mirip bukit yang menyembul dari dalam laut. Hal itu membuat panorama pantai kian menarik. Hanya, pantai ini masih sepi pengunjung. Konon pantai ini pertama kali ditemukan pada tahun 1890-an. Saat itu di sekitar pantai ditemukan seekor buaya yang mati, sehingga dinamakan Bajulmati. Menurut pendapat yang lain, dinamakan Bajulmati karena di pantai ini terdapat batu karang panjang yang bentuknya menyerupai seekor buaya. Ketika menjelang malam, saat disapu ombak batu tersebut seakan seekor buaya yang hidup.
Selain menawarkan panorama pantai, di Pantai Bajulmati juga terdapat sebuah gua bernama Goa Wil. Lokasi goa yang masih dalam satu kompleks Pantai Bajulmati itu berada di sisi timur pantai. Untuk menjangkaunya cukup dengan berjalan kaki sekitar 300 meter dari pintu masuk pantai. Posisi goa tepat berada di bawah sebuah bukit karang. Di sekeliling bukit itu dikelilingi ladang kelapa dan ketela pohon yang ditanami warga sekitar. Meski disebut dengan goa, namun tidak ada lubang masuk menjorok cukup dalam. Goa ini lebih tepat disebut sebagai batu karang yang dasarnya terkena abrasi, karena memang seperti dasar bukit yang agak menjorok sedikit. Meski begitu, di lokasi ini dikenal angker oleh penduduk.
  
oke guys, itu tadi ulasan tentang pantai bajulmati yg masih tergolong pantai yg baru terpublikasi, dan masih jarang pengunjung, hmm. . .. kayaknya asyik nii maen kesini, bagi kalian yg berencana mau hunting, kayanya bisa jadi salah satu refrensi ni. ...
Pulau Sempu

Pulau Sempu 




adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa secara administratif berada di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pulau yang ditumbuhi pepohonan tropis seluas 877 hektar ini adalah cagar alam yang di kelola oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA) dan Departemen Kehutanan Indonesia. Secara resmi tempat ini diakui sebagai cagar alam sejak 1928 pada masa pemerintahan Hindia Belanda.
Secara geografis, Pulau Sempu terletak di antara 112° 40′ 45″ - 112° 42′ 45″ bujur timur dan 8° 27′ 24″ - 8° 24′ 54″ lintang selatan. Pulau itu memiliki luas sekitar 877 hektare, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepungSamudera Indonesia di sisi selatan, Timur dan Barat.
Pulau Sempu memiliki berbagai jenis ekosistem mulai dari hutan pantai, hutan bakau, dan hutan tropis dataran rendah yang mendominasi seluruh pulau. Vegetasi yang ditemukan di Pulau Sempu diantaranya adalah bendo (Artocarpus elasticus),triwulan (Terminalia), wadang (Pterocarpus javanicus), ketapang (Terminalia catappa), waru laut (Hibiscus tiliaceus), pandan(Pandanus tectorius), Mangrove (Rhizophora mucronata dan Rhizophora apiculata), dan banyak lagi. Menariknya, nama Sempu dikatakan diambil dari nama salah satu jenis pohon yang ditemukan di pulau itu, namun pohon tersebut hampir sulit ditemukan saat ini.

Sebagai cagar alam, Pulau Sempu terlarang dikunjungi untuk tujuan wisata . Tetapi kenyataannya, Pulau Sempu masih saja diperbolehkan untuk kegiatan wisata oleh pihak pengelola yang tentunya bertolak belakang dengan status Pulau Sempu.
Oke guys. . .. itulah informasi seputaran pulau sempu, yg sebenernya bukan tempat wisata sii. so. .. bagi kamu yg ingin berkunjung ke tempat ini jangan lupa untuk selalu menjaga kelestarian tempat ini yaa. ..
jangan buang sampah sembarangan dan jaga ekosistem yg ada di pulau ini.

WOW . .. Beli 1 dapat 3

Pantai Lenggoksono , Banyu Anjlok & pantai Bolu Bolu 

     Beli 1 dapat 3, hmm... mungkin itu adalah istilah yg tepat untuk mengambarkan bila kita berkunjung ke tempat wisata yg satu ini.
     Pantai Lenggoksono adalah sebuah pantai di pesisir selatan yang terletak di tepi Samudera Indonesia dan masuk wilayah Dusun Lenggoksono, Desa Purwodadi, Tirtoyudo,Kabupaten Malang, Jawa Timur. Untuk mencapai pantai ini dari Kota Malang kita bisa menempuh dari Kecamatan Dampit menuju Kecamatan Tirtoyudo, lalu berbelok ke kanan di pertigaan Tangsi, Desa Tirtoyudo. Dari pertigaan ini posisi Pantai Lenggoksono masih sekitar 30 kilometer. Kondisi jalan dari Tangsi Tirtoyudo menuju Lenggoksono Purwodadi sangat mulus beraspal, hanya ruas jalan sangat sempit. Sepanjang 30 kilometer itu jalanan berkelok-kelok. Jalanan belokan tajam disertai menanjak dan menurun yang curam. Bahkan terdapat jurang curam di sisi kanan dan kiri jalan. Sekitar lima kilometer menjelang masuk Desa Purwodadi kondisi jalan mulai rusak, namun sejumlah jalan ada yang sudah dicor hingga ke bibir pantai. Sepanjang perjalanan kita bisa menyaksikan perkebunan cengkeh dengan pohonnya yang tinggi sampai 15 meter. Hal itu tidak mengherankan karena Desa Purwodadi merupakan sentra produsen cengkeh terbesar di Malang Raya.
Selain menyimpan potensi ikan beragam jenis seperti lobster, cumi-cumi, layur, cakalang, dan layar pemandangan pantai ini cukup menyejukkan mata. Memiliki hamparan pasir putih seluas satu kilometer melingkar dengan dikelilingi dua tebing yang cukup menghijau karena tumbuhan rindang. Bagi penghobi memancing, Pantai Lenggoksono menawarkan banyak tantangan. Selain tempatnya yang nyaman, ikannya juga banyak. Pantai Lenggoksono sebenarnya memiliki pemandangan yang indah dengan deburan ombaknya yang seperti berkejar-kejaran. Banyak batu-batu kecil tersebar di sepanjang tepi pantai. Sayangnya pantai ini kurang terawat karena masih ada sampah yang bertebaran di tepi pantai. Pantai Lenggoksono tidak hanya menawarkan potensi ikan, tetapi juga menjadi wilayah konservasi lobster mutiara, lobster pasir, dan lobster batu. Kebetulan di bawah Pulau Gadung yang masuk wilayah Pantai Lenggoksono terdapat goa lobster. Di goa bawah laut inilah sarang lobster yang oleh masyarakat dan nelayan selalu dijaga dan diawasi dari nelayan nakal yang akan menangkap dengan potasium. Sehingga sampai saat ini goa yang menjadi tempat bertelur lobster itu masih sangat bagus dan terjaga dengan baik. Di pantai ini pun ditunjuk oleh Kementerian Perikanan dan Kelautan sebagai wilayah ekowisata.
Tidak begitu jauh dari Pantai Lenggoksono, tepatnya di Teluk Kletekan terdapat sebuah air terjun yang berada di bibir pantai yang menjorok ke tengah laut. Untuk menuju air terjun yang oleh para nelayan disebut dengan Banyu Anjlok itu, wisatawan harus menempuh jalur laut. Kita bisa menyewa perahu jungkung nelayan untuk mengantarkan ke tempat itu. Tetapi kita harus ekstra hati-hati ketika mengarungi teluk menuju Banyu Anjlok ini karena ombaknya yang cukup besar. Perjalanan ke Banyu Anjlok membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Keindahan air terjun Banyu Anjlok di Teluk Kletekan ini mungkin tidak ada duanya di Malang Raya. Air terjun Banyu Anjlok berasal dari sumber air yang berasal dari bukit, lalu mengaliri tebing batu karang setinggi tujuh meter. Air menggerojok tidak dalam satu titik, tetapi menyebar selebar batu karang sehingga terlihat begitu indah. Airnya jernih, bersih dan sangat dingin. Kita bisa berenang atau mandi di air terjun ini.
Bila Anda masih memiliki waktu bisa melanjutkan ke Pantai Bolu-bolu. Pantai ini seperti pantai tidak berpenghuni, maklum sangat jarang orang yang datang ke pantai ini. Meski indah sekali, tetapi untuk menuju ke pantai ini memang harus menyeberang laut, tidak semua orang berani kecuali para nelayan. Pantai ini dipenuhi pasir sangat putih yang berbeda dengan pantai lain. Ombaknya juga sangat tenang, bahkan air begitu bening sehingga karang-karang bisa terlihat dari permukaan air. Bebatuan karang yang berada di pinggir pantai tersusun demikian rancak dan terstruktur.





oke guys. .. itulah tadi review kita tentang pantai lenggoksono,
so . . bagi kamu yg belum perna kesini kaya nya tempat satu ini wajib nii buat di masukin ke daftar teujuan traveling kamu. ...
oke terimakasih, semoga infonya bermanfaat.

Tuesday, 23 August 2016

Nikmatnya hempasan angin pantai modangan

Pantai Modangan

Pantai Modangan adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa secara administratif masuk daerah Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, yang merupakan pantai paling ujung selatan barat Kabupaten Malang, Jawa Timur, Pantai ini terletak sekitar 65 km sebelah barat daya Kota Malang. Di pantai inilah tempat bermuaranya sungai yang menjadi batas alam yang memisahkan antara Kabupaten Blitar dan Kabupaten Malang. Perbatasan itu ditandai dengan sebuah tugu kecil yang terletak di tepi sebuah sungai yang juga bernama Sungai Modangan. Pantai Modangan memang berhimpitan langsung dengan Pantai Jolosutro di Kecamatan Wates, Kabupaten Blitar. Pengunjung harus menempuh jalan yang sangat berliku jika ingin ke Pantai Modangan.

Untuk menuju ke pantai ini cenderung lebih mudah jika dituju dari arah Donomulyo, Kabupaten Malang. Dari Kota Malang pengunjung bisa mengambil arah ke Kepanjen. Dari Kepanjen terus ke arah Bendungan Sengguruh, lalu melewati pertigaan Pagak kemudian mengambil arah menuju Kecamatan Donomulyo. Dari pertigaan setelah pasar Donomulyo langsung mengambil arah kanan atau menuju arah Wates (Blitar). Jalannya sudah beraspal mulus sepanjang sekitar 1 km. Sekitar 2 km sebelum masuk Desa Sumberoto aspalnya mulai berlubang-lubang. Tidak jauh dari gerbang masuk Desa Sumberoto ada sebuah pertigaan Pasar Ngelih, lalu berbelok ke arah kiri dan mengikuti jalan desa yang awalnya masih beraspal rusak. Dan setelah menemukan perempatan Jalur Lingkar Selatan itu kita bisa mengambil jalan lurus (jalannya penuh tanjakan) atau kanan.

Di sini kita akan mulai terdengar suara gemuruh ombak sebagai pertanda pantai sudah dekat. Dari perempatan itu kita mengkijuti JLS sekitar 1 km dengan medan turunan dan tidak jauh kemudian akan kita jumpai pos jaga kehutanan (Pos Miri). Sebelum jembatan Miri ada jalan menurun ke kiri, itu adalah jalan untuk menuju Pantai Modangan. Jarak dari jembatan ke pantai masih sekitar 800 m lagi. Jalan turunan cukup curam dan nantinya kita akan berada di bawah jembatan Miri. Setelah jalanan yang menurun terdapat persimpangan, keduanya sama-sama mengarah ke Pantai Modangan. Jika lurus maka kita akan melalui jalan berbatu dan tanjakan yang sangat berat namun itu jalur yang terdekat. Pengunjung harus menembus bukit, hutan jati, serta ada sungai kecil yang dinamakan Sungai Modangan. Sungai itu masih penuh dengan batu-batu besar serta batu sebesar bola sepak namun bergerigi tajam. Namun pengunjung bisa juga menghindari sungai itu dengan sedikit memutar memilih jalur ke arah kiri. Namun sama saja, jalan terjal bebatuan tetap akan ditemui. Jika mengambil jalan sebelah kiri lebih lebar dan berupa makadam. Jalan ini hanya mudah dilewati motor jenis trail. Kedua jalan tersebut akan bertemu di titik pertigaan muara sungai di Pantai Modangan.

Jika kita sampai di pantai yang mempunyai keunikan tersendiri, ini akan membuat rasa lelah dari perjalanan kita musnah. Ombak di pantai Modangan cukup besar, pasir putih yang masih bebas dari sampah, serta batuan-batuan hitam adalah beberapa hal yang bisa kita temukan di lokasi ini. Yang juga cukup unik, berbeda dari kebanyakan pantai lainnya yang umumnya memiliki struktur batuan berupa batuan kapur, batu-batuan yang ada di lokasi ini adalah jenis batuan andesit berlapis yang terbentuk dari lelehan lahar dari gunung berapi yang telah membeku.

      Eksotika Pantai Modangan tidak diragukan lagi. Pasir pantainya yang putih, serta panorama alami di sekitarnya, menjadi daya tarik utama Pantai Modangan. Di sebelah kiri pantai merupakan area pasir putih yang lembut dan bersih. Sedangkan di sebelah kanan pantai terdapat bebatuan atau kumpulan batu yang hitam dan indah dan terdapat sebuah muara yang airnya jernih. Pantai ini memiliki karakteristik ombak yang indah. Deburan ombak yang menghantam tebing-tebing karang semakin menambah keindahan pantai ini. Sampai sekarang, Pantai Modangan tidak terlalu banyak dikunjungi wisatawan karena akses menuju ke pantai ini masih banyak yang rusak, sehingga menyulitkan bagi pengunjung yang akan menuju ke pantai ini.
     Nama Modangan berasal dari pemberian pasukan Pangeran Diponegoro yang pernah tinggal di sana. Setelah berakhirnya Perang Diponegoro banyak pasukannya yang menyembunyikan diri di sepanjang pantai selatan Pulau Jawa. Pantai Modangan menjadi pilihan berlindung karena lokasinya memang cukup terisolasi. Ketika itu, sekitar tahun 1850-an, ratusan orang yang bersembunyi melakukan makan bersama di hutan yang berada di bibir pantai. Berawal dari makan-makan bersama itulah, akhirnya mereka menamakan pantai tersebut dengan “modangan” berasal dari kata madang. Ini adalah bahasa Jawa lama yang berarti makan bersama-sama.

     Demikianlah ulasan tentang pantai modangan di malang, bagi kalian yg berniat untuk berkunjung ke pantai modangan semoga sedikit informasi ini dapat membatu kalian.

Surga kecil dari lumajang Air terjun Tumpak Sewu


Air Terjun Tumpak Sewu, Surga Tersembunyi Dari Lumajang.



        Air Terjun Tumpak Sewu, ada juga yang menyebut Coban Sewu atau Grojogan Sewu secara administratif terletak di aliran sungai Glidih yang menjadi perbatasan kecamatan AmpelGading Malang dan kec. Pronojiwo Lumajang. Air Terjun Coban Sewu ini hampir mirip dengan Air Terjun Coban Pitu di Pujon Malang. Namun yang membedakan adalah jumlah sumber mata air di Air Terjun Tumpak Sewu ini jumlahnya lebih banyak, itu juga yang menjadi alasan kenapa air terjun ini dinamakan Coban Sewu karena jumlah sumber mata airnya yang sangat banyak.
        Rute untuk menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini dapat melalui Kota Malang – Jawa Timur yang kira-kira memerlukan waktu 2 jam 30 menit dari Kota Malang menuju Lumajang melalui Bululawang - Dampit - Tirtomoyo - Pronojiwo, kemudian setelah di tugu perbatasan antara Kabupaten Lumajang dan Malang sekitar 100 meter sebelum tugu tersebut ada gang turun pada kiri jalan jika kita dari arah Lumajang. Kemudian kita lurus saja sampai sungai, lalu motor diletakkan di gubuk penambang pasir. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki menyusuri sungai sekitar 200 meter, baru setelah itu kita akan menemukan air terjun ini. Sama halnya seperti menuju lokasi Air Terjun Goa Tetes, rute menuju Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dapat dilalaui baik kendaraan roda dua maupun roda empat.




Medan menuju Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) masih terbilang sulit dan terjal pasalnya wisata ini tergolong baru di Kab. Lumajang dan untuk wisatawan dimohon untuk berhati-hati dan menaati peraturan yang telah diterapkan oleh pengelola tempat wisata karena Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini sudah memakan korban jiwa. Dahulu, sebelum wisata air terjun Tumpak Sewu dibuka, Goa Tetes merupakan satu-satunya destinasi wisata di lokasi ini.


Pemandangan dari atas maupun dari bawah akan terlihat sama indahnya untuk memandangi Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) ini. Namun yang perlu diperhatikan adalah, trip-er semua harus ekstra hati-hati bila ingin turun karena medannya sangat licin dan berbahaya, jangan memaksakan diri apabila kondisi cuaca sedang mendung atau sudah sore. Trip-er semua masih bisa menyaksikan pemandangan Air Terjun Tumpak Sewu (Grojogan Sewu) dari atas yang juga tidak kalah keren. Bener-bener seperti “Serpihan Surga” di bumi Lumajang.
tips bagi kamu yg berniat untuk kesini, gunakanlah sepatu outdoor itu akan sangat membatu kamu untuk naik turun tangga menuju dasar air terjun.

oke sekian dulu pembahasan kita untuk air terjun tumpak sewu. semoga artikel ini bermanfaat buat kalian. salam lestari. . ..

Pantai Sipelot

      Pantai Sipelot adalah sebuah pantai di pesisir selatan Pulau Jawa yang terletak di tepi Samudera Indonesia secara administratif masuk wilayah Desa Pujiharjo, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, Jawa Timur.
        Jika dari Kota Malang Anda bisa menuju Kecamatan Dampit lalu menuju jalan arah ke Kecamatan Tirtoyudo. Tidak jauh setelah memasuki Kecamatan Tirtoyudo terdapat petunjuk arah untuk berbelok ke kanan menuju Pantai Sipelot dan lurus ke arah tenggara sampai Desa Pujiharjo. Jalan menuju Pantai Sipelot sudah mulus beraspal, tetapi Anda harus tetap harus berhati-hati karena jalannya sempit dan berkelok-kelok sampai ke area pantai. Sekitar 10 km dari pantai, beberapa ruas jalan agak berlubang dan terkadang terdapat sebaran pasir di jalan yang akan dilalui. Dari perkampungan Pujiharjo menuju pantai masih sekitar 2 kilometer. Memasuki Desa Pujiharjo dari Perkebunan Kalibakar yang tidak jauh dari lokasi Pantai Sipelot, setiap pengunjung akan disuguhi panorama yang indah. Di sepanjang jalan menuju Pantai Sipelot tampak hamparan perkebunan pisang, kopi, dan tambak udang yang luas.
Panorama menawan bisa kita saksikan bila kita mengunjungi Pantai Sipelot. Dari atas bukit kita bisa menikmati pasir putih dan laut yang memantulkan sinar matahari sehingga tampak mengkilap. Perbukitan yang pada era 1998 menjadi hutan lindung memberikan berkah tersendiri bagi warga sekelilingnya, namun sekarang berubah karena ulah segelintir oknum masyarakat.
Sesampainya di Pantai Sipelot pengunjung akan melihat indahnya pasir putih yang terhempas oleh deburan ombak laut yang tiada hentinya. Pantai yang memiliki kedalaman 10 meter dengan warna laut kebiru-biruan menimbulkan rasa nyaman untuk lebih lama memandangi jauhnya buih. Di sepanjang tepi pantai banyak pepohonan yang bisa digunakan berteduh para pengunjung. Pantai Sipelot terdiri dari tiga area, di area tengah biasanya digunakan para nelayan untuk menyandarkan perahunya. Sebaiknya Anda memilih pantai yang sebelah kiri atau kanan karena lebih sepi dan terdapat air payau. Di pantai ini sudah menyediakan beberapa fasilitas yang cukup lengkap, seperti lapangan parkir, warung makan, mushala dan toilet. Dan satu lagi, untuk memasuki Pantai Sipelot ini, Anda tidak akan dipungut biaya masuk.
Pantai Sipelot banyak menyimpan keindahan di dalamnya. Terdampar pasir putih yang luas sepanjang hampir 2 kilometer serta perbukitan tinggi yang hijau. Garis pantainya yang panjang dan berbentuk melingkar mirip seperti danau. Meskipun termasuk pantai selatan, ombaknya tergolong agak tenang. Hal itu karena Pantai Sipelot terletak di sebuah teluk dan adanya cerukan daratan yang menaungi di kanan-kiri pantai ini. Di ujung sebelah timur pantai terdapat sebuah muara kecil semakin membuat kita betah untuk tinggal. Di dekat muara tersebut terdapat sebuah tebing yang cukup tinggi dengan bongkahan batu-batu besar di sisi pantai. Di balik tebing tersebut pantainya juga berpasir putih dengan beberapa perahu bersandar di sana.

Ada juga sebuah air terjun di dekat Pantai Sipelot ini, oleh penduduk setempat dinamakan Coban Sipelot. Untuk mencapainya Anda harus menyeberangi teluk terlebih dahulu. Di sini banyak perahu nelayan yang bisa mengantarkan menuju Coban Sipelot dengan biaya sekitar Rp 50 ribu. Coban ini tidak terlalu tinggi hanya sekitar 10 meter. Dengan memakai perahu Anda juga bisa menikmati indahnya laut sambil menggunakan sampan. Selain itu pengunjung bisa melihat lebih dekat Watu Gedeg atau sebutan sebuah karang yang mirip dinding dari bambu.
Konon nama asli pantai ini adalah Spelot yang berasal dari bahasa Belanda dan artinya persinggahan. Menurut sejarahnya pada zaman dahulu pantai ini memang menjadi tempat persinggahan paling nyaman bagi Belanda. Di pinggir pantai biasanya terdapat puluhan kapal nelayan berjajar. Keberadaan perahu ini seolah merusak pemandangan pantai yang sebenarnya cukup indah. Banyaknya nelayan inilah menjadikan potensi wisata pantainya agak meredup. Tidak begitu banyak wisatawan yang datang untuk menikmati pemandangan. Sebaiknya untuk ke depannya dilakukan penataan nelayan sehingga pantai kembali cantik dan menarik.

   yaa demikianlah sedikit gambaran yg dapat saya sampaikan, dan semoga menjadi sedikit bekal buat kamu berniat untuk berkunjung ke pantai sipelot. . ...

Saturday, 20 August 2016

Pesona Gunung Buthak Yang Belum Diketahui

Pendakian Gunung Buthak Via Panderman

Gunung Buthak atau bisa juga disebut gunung Butak dalam bahasa Jawa berarti botak atau tidak mempunyai rambut, namun dari segi filosofis mengenai arti kata dari gunung ini konon adalah karena gunung ini yang terlihat butak atau tidak ada pohon pada masa-masa tertentu, sehingga menyebutkan nama gunung ini sebagai Gunung Butak. Gunung Butak juga mempunyai julukan sebagai Gunung Putri tidur, karena jika dilihat dari kejauhan, gunung ini nampak seperti seorang putri yang tertidur dengan terlentang. Mulai dari yang paling rendah permukaannya (Gunung Panderman), sampai pada Gunung Kawi dan Gunung Butak itu sendiri.Tidak diketahui catatan erupsi pada gunung ini, karena gunung yang berbentuk stratovolcano ini memanglah gunung mati. Untuk saat ini, Gunung Buthak/Butak memang masih kurang tenar dibanding dengan Gunung Penanggungan yang treknya jauh lebih ringan daripada Gunung Buthak. Gunung ini kurang tenar karena memang Gunung ini hanyalah terlihat seperti deretan bukit yang tidak teratur dan kurang menantang. Namun jangan salah, Gunung Buthak/Butak sangatlah menantang dan juga tidak kalah berat treknya dibanding dengan Gunung-Gunung yang lebih tenar di Jawa timur.
Jalur pendakian Gunung Buthak/Butak umumnya ada tiga jalur. Yang saati ini tergolong jalur resmi yaitu ada dua (bertiket), Jalur dari Sirah Kencong, dan juga Jalur Gunung Panderman. Untuk jalur yang melalui Sirah Kencong sudah lebih mudah dengan adanya pos-pos yang berjajar berjumlah lima pos, namun yang memalui jalur Gunung Panderman memang lebih menantang dan lebih ekstrim, karena letak pos ataupun petunjuk jalan agak susah dicari dan banyak juga jalan bercabang. Untuk jalur yang satunya lagi adalah jalur Dau, Malang (Desa Gading Kulon).

Pendakian Gunung Butak via Gunung Panderman
Saat ini, akan kami bahas mengenai pendakian Gunung Buthak/Butak melalui Gunung Panderman yang terkenal dengan trek panjang dan juga terjalnya ini. Untuk bisa sampai kelokasi perijinan Gunung Buthak/Butak sangatlah mudah. Untuk lebih gampangnya adalah cari saja letak Alun-Alun Batu, bila tidak tahu, bisa cari di GPS location. Bila sudah sampai di Alun-Alun Batu yang letaknya berhadapan dengan Masjid Besar Annur, lurus saja sampai di traffic light yang pertama, belok kiri, lurus hingga pertigaan. Sebelah kanan nanti ada gapura besar yang bertuliskan Panderman. Dari sana tinggal mengikuti jalan saja saja nanti akan sampai di parkiran.

Dari parkiran masih belum tiba di Perijinan Gunung Panderman, perjalanan disini kira-kira 10-15 menitan, tergantung laju kaki juga. Untuk biaya parkir dikenakan Rp.5000/motor, dan perijinan Rp.7000/orang  Dari perijinan yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Malang yang beralamatkan di Jl. Dr. Cipto No.14A ini, kamu bisa menikmati 2 gunung sekaligus dalam sekali ijin. Tentunya di karcis yang dibayarkan, sudah termasuk asuransi dari Jasa Raharja Putera. Usai membayar biaya masuk, jangan lupa untuk absen dulu di log book perijinan yang sudah tersedia.

Kami sarankan untuk pendakian ke Gunung Buthak/Butak ini dilakukan dikala pagi, yaitu antara pukul 07.00-09.00. Karena untuk menghindari kemalaman dijalan dan juga saran yang pas buat pendaki yang kurang paham trek gunung ini. Perjalanan dimulai Perijinan Panderman melewati ladang, dan perkebunan warga yang disini masih banyak orang lalu lalang mencari rumput dan juga kayu bakar. Jalan yang akan kita susuri nanti berupa jalan setapak yang masih bisa dilalui oleh kendaraan roda dua berupa kendaraan bermotor. Jalanan awal ini berupa jalan berpaving yang lumayan panjang. 
Usai melewati jalanan berpaving, kamu akan tiba di jalan berupa dua jalur yang membentang kekiri dan kekanan. Jalan ini nanti ada plang penunjuknya, yaitu ke Gunung Buthak/Butak dan juga Gunung Panderman. Selama perjalanan awal ini, masih lumayan banyak plang penunjuk jalan yang dapat kamu manfaatkan ketika berjalan menuju ke tempat pendakian Gunung Buthak/Butak. Jalan yang kamu lewati nanti awal-awal memang lumayan berat, bonus utama saja, jalanan yang akan ditempuh yaitu berupa tanjakan dan turunan yang akan sering ditemui. Jalanan akan membentang kembali memisah antara Gunung Panderman dan juga Gunung Buthak pada plang terakhir.

Untuk mengetahui perjalanan kamu sudah jauh atau belum, kamu bisa manfaatkan Gunung Panderman sebagai penunjuk jauhnya arah. Gunung Panderman berjumlah 2, namun yang utama adalah yang tertinggi. Yang kecil, banyak orang bilang sebagai bukit Panderman. Saat berjalan, mungkin kamu masih akan lama memandangi keberadaan Gunung Panderman yang masih tetap terlihat walaupun kamu sudah berjalan berjam-jam lamanya menyusuri jalanan yang berupa tanjakan dan turunan. Namun itulah kenikmatan dan romansanya mendaki ke Gunung Buthak/Butak.
Sepanjang Perjalanan Tidak Terdapat Pos
Pendakian Gunung Buthak/Butak via Gunung Panderman ini masih jarang orang yang tau, disepanjang jalan pun tak terdapat pos-pos yang jelas, hanya ada beberapa plakat berbentuk persegi empat yang bertuliskan angka-angak romawi, ada juga yang bertuliskan angka biasa. Disini kalian harus cermat, karena jika salah, resikonya bisa saja kembali pulang lewat jalr lain atau bisa juga tersesat. Namun pengalaman kami walaupun baru pertama mendaki ke Gunung Buthak/Butak, kami tidak mengalami situasi tersebut.

Lanjut Ke Savana Gunung Buthak/Butak

Setelah kurang lebih berjalan sekitar 6-10 jam lamanya (lama durasi tergantung situasi dilapangan), maka kalian akan tiba disebuah hamparan luas rerumputan dan juga banyak edelweis. Di Savana ini biasanya para pendaki menggelar tenda dan juga mengistirahatkan tubuh untuk summit ke Puncak Buthak esok paginya. Di Savana Gunung Buthak, kaya akan air dan airnya sangat bersih bisa langsung diminum seperti air mineral kemasan (bahkan lebih segar). Sehingga umumnya mereka akan menyiapkan asupan tubuh dengan memasak nasi, lauk, kopi, susu, dan juga makanan lain.
Sebagai tips saja, bila ingin mendaki di Gunung Buthak/Butak Malang, bisa berangkat disaat pagi hari sekitar jam 8 an. Hal ini untuk antisipasi tidak kemalaman dijalan, dan memanfaatkan air yang berada disana untuk memasak ataupun lebih menghemat waktu jikalau ingin summit kepuncak Buthak yang jika didaki dari Savana tidak memerlukan waktu yang lama.

Summit Puncak Buthak
Dari Savana ke Puncak Buthak, waktu yang diperlukan tidaklah selama saat menuju Savana. Waktu yang dibutuhkan selambat-lambatnya yakni kurang dari satu jam, atau bisa dikatakan 1 jam an lah. Kalau cepat bisa juga 30 menit sudah sampai puncaknya. Puncak Gunung Buthak sudah terlihat jika kamu sudah sampai di Padang Savana. Namun terkadang banyak juga yang bingung dimana letak puncak Buthak. Bila beruntung, kamu bisa juga ketemu para pendaki lain yang datang dari Sirah Kencong Blitar.


Tips saja bila kamu sudah sampai di Savana Gunung Buthak, untuk summit bisa di lakukan saat pagi harinya. Karena pemandangan dari puncak Buthak terlihat bagus dan asri di kala pagi hari. Biasanya para pendaki memanfaatkan waktu ketika sampai Savana untuk sekadar beristirahat dan bermalam. Untuk stok air di Savana sangat melimpah, jadi tidak usah khawatir kekurangan air.

okee. . itulah proses perjalan yg harus kalian lalui untuk mencapai puncak gunung buthak. semoga sedikit memberi kalian informasi tentang gunung buthak dan membantu kalian yg akan berniat untuk mendaki gunung buthak. .